![]() |
TULUNGAGUNG | PATROLI-NUSANTARA.COM — Proyek pembongkaran dan rekonstruksi Jembatan Gondang I di Kabupaten Tulungagung kini memasuki tahap percepatan. Hingga Kamis (10/9/2026), progres pekerjaan dilaporkan telah mencapai sekitar 64 persen.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam upaya mengejar target penyelesaian proyek lebih cepat dari jadwal rencana yang sebelumnya diproyeksikan hingga Desember 2026.
Pengawas lapangan dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Osky Ardianto, mengatakan percepatan pekerjaan terus didorong agar jembatan dapat diselesaikan pada akhir Oktober 2026.
“Target kami diupayakan selesai akhir Oktober. Namun, tentu semuanya bergantung pada kondisi dan kelancaran pekerjaan di lapangan,” ujarnya.Menurutnya, pencapaian target tersebut membutuhkan dukungan sejumlah faktor, mulai dari kesiapan material, koordinasi antarpihak, hingga konsistensi pengawasan selama proses konstruksi berlangsung.
Dari sisi material utama, sebanyak delapan girder telah didatangkan ke lokasi. Proses pemasangan girder juga terus dilakukan sebagai bagian penting dalam penyelesaian struktur utama jembatan.
Meski progres telah mencapai 64 persen, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang harus dituntaskan. Di antaranya pemasangan bronjong pada bagian bawah jembatan, pemasangan batu, serta pekerjaan perapian di sejumlah titik.
Seluruh pekerjaan tersebut menjadi bagian penting sebelum jembatan nantinya dapat dipersiapkan untuk kembali dilalui kendaraan.
Percepatan pembangunan juga tetap harus berjalan seiring dengan penerapan standar keselamatan dan mutu konstruksi. Penggunaan alat pelindung diri (APD), penerapan standar operasional prosedur (SOP), serta monitoring aktivitas pekerja menjadi perhatian selama pekerjaan berlangsung.
Osky menegaskan pengawasan lapangan terus dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan standar yang telah ditetapkan.
Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, kecamatan, masyarakat, maupun stakeholder terkait terus dilakukan guna menjaga situasi di sekitar proyek tetap kondusif.
Dengan progres yang kini mencapai sekitar 64 persen, tantangan selanjutnya adalah mempertahankan ritme percepatan hingga seluruh pekerjaan selesai.
Apabila target akhir Oktober 2026 dapat direalisasikan, masyarakat diharapkan tidak perlu menunggu hingga Desember untuk kembali memperoleh akses lalu lintas melalui Jembatan Gondang I.
( Red Patroli-Nusantara.Com )

